Selasa, 29 April 2014

TINGKAT PERTUMBUHAN PENDUDUK DAN LINGKUNGAN PEMUKIMAN

Masalah kependudukan semakin hari semakin menjadi perbincangan yang sangat penting di masyarakat.  Laju pertumbuhan penduduk yang kian bertambah dari tahun ke tahun menjadi perhatian yang dikhawatirkan dapat memberikan negatif pada lingkungan. Laju pertumbuhan penduduk yang cepat, penyebaran penduduk yang tidak merata dan kualitas penduduk yang rendah merupakan  ciri-ciri masalah kependudukan yang mungkin dialami berbagai negara berkembang diseluruh dunia. Di Indonesia yang merupakan negara terbesar dengan jumlah penduduk kurang lebih 205 juta jiwa, tidak terlepas dari tekanan akan kebutuhan lahan pemukinan yang memadai. Menurut Data Statistik Indonesia proyeksi laju pertumbuhan penduduk menunjukkan bahwa jumlah penduduk Indonesia selama dua puluh lima tahun mendatang terus meningkat yaitu dari 205,1 juta pada tahun 2010 menjadi 273,2 juta pada tahun 2025. Berikut ini data laju pertumbuhan penduduk Indonesia selama 25 tahun kedepan mulai dari tahun 2000.
Tabel 1 Data Pertumbuhan Penduduk Berdasarkan Provinsi (Juta jiwa)
Propinsi
2000
2005
2010
2015
2020
2025
(1)
(2)
(3)
(4)
(5)
(6)
(7)
11. NANGGROE ACEH DARUSSALAM
3,929.3
4,037.9
4,112.2
4,166.3
4,196.5
4,196.3
12. SUMATERA UTARA
11,642.6
12,452.8
13,217.6
13,923.6
14,549.6
15,059.3
13. SUMATERA BARAT
4,248.5
4,402.1
4,535.3
4,693.4
4,785.4
4,846.0
14. RIAU
4,948.0
6,108.4
7,469.4
8,997.7
10,692.8
12,571.3
15. JAMBI
2,407.2
2,657.3
2,911.7
3,164.8
3,409.0
3,636.8
16. SUMATERA SELATAN
6,210.8
6,755.9
7,306.3
7,840.1
8,369.6
8,875.8
17. BENGKULU
1,455.5
1,617.4
1,784.5
1,955.4
2,125.8
2,291.6
18. LAMPUNG
6,730.8
7,291.3
7,843.0
8,377.4
8,881.0
9,330.0
19. KEPULAUAN BANGKA BELITUNG
900.0
971.5
1,044.7
1,116.4
1,183.0
1,240.0
31. DKI JAKARTA
8,361.0
8,699.6
8,981.2
9,168.5
9,262.6
9,259.9
32. JAWA BARAT
35,724.0
39,066.7
42,555.3
46,073.8
49,512.1
52,740.8
33. JAWA TENGAH
31,223.0
31,887.2
32,451.6
32,882.7
33,138.9
33,152.8
34. D I YOGYAKARTA
3,121.1
3,280.2
3,439.0
3,580.3
3,694.7
3,776.5
35. JAWA TIMUR
34,766.0
35,550.4
36,269.5
36,840.4
37,183.0
37,194.5
36. BANTEN
8,098.1
9,309.0
10,661.1
12,140.0
13,717.6
15,343.5
51. B A L I
3,150.0
3,378.5
3,596.7
3,792.6
3,967.7
4,122.1
52. NUSA TENGGARA BARAT
4,008.6
4,355.5
4,701.1
5,040.8
5,367.7
5,671.6
53. NUSA TENGGARA TIMUR
3,823.1
4,127.3
4,417.6
4,694.9
4,957.6
5,194.8
61. KALIMANTAN BARAT
4,016.2
4,394.3
4,771.5
5,142.5
5,493.6
5,809.1
62. KALIMANTAN TENGAH
1,855.6
2,137.9
2,439.9
2,757.2
3,085.8
3,414.4
63. KALIMANTAN SELATAN
2,984.0
3,240.1
3,503.3
3,767.8
4,023.9
4,258.0
64. KALIMANTAN TIMUR
2,451.9
2,810.9
3,191.0
3,587.9
3,995.6
4,400.4
71. SULAWESI UTARA
2,000.9
2,141.9
2,277.2
2,402.8
2,517.2
2,615.5
72. SULAWESI TENGAH
2,176.0
2,404.0
2,640.5
2,884.2
3,131.2
3,372.2
73. SULAWESI SELATAN
8,050.8
8,493.7
8,926.6
9,339.9
9,715.1
10,023.6
74. SULAWESI TENGGARA
1,820.3
2,085.9
2,363.9
2,653.0
2,949.6
3,246.5
75. GORONTALO
833.5
872.2
906.9
937.5
962.4
979.4
81. M A L U K U
1,166.3
1,266.2
1,369.4
1,478.3
1,589.7
1,698.8
82. MALUKU UTARA
815.1
890.2
969.5
1,052.7
1,135.5
1,215.2
94. PAPUA
2,213.8
2,518.4
2,819.9
3,119.5
3,410.8
3,682.5
Terlihat dari tabel 1 penduduk Indonesia bertambah dengan kecepatan 1,49 persen per tahun, kemudian antara periode 2000-2005 dan 2020-2025 turun menjadi 1,34 persen dan  0,92 persen per tahun. Turunnya laju pertumbuhan ini ditentukan oleh turunnya tingkat kelahiran dan kematian, namun penurunan karena kelahiran lebih cepat daripada penurunan karena kematian. Crude Birth Rate (CBR) turun dari sekitar 21 per 1000 penduduk pada awal proyeksi menjadi 15 per 1000 penduduk pada akhir periode proyeksi, sedangkan Crude Death Rate (CDR) tetap sebesar 7 per 1000 penduduk dalam kurun waktu yang sama.

Berdasarkan data tersebut terlihat bahwa pertumbuhan penduduk pasti akan berdampak dari kepadatan penduduk pada suatu daerah sehingga semakin menipisnya lahan hijau karena dimanfaatkan sebagai pemukiman. Sebagai contoh provinsi DKI Jakarta mulai dari tahun 2000 sampai 2010 telah terjadi pertambahan penduduk sebesar kurang lebih 600 ribu jiwa sedangkan lahan atau luas daerah pemerintahan yang  ada yaitu 661,52 km² tidak akan mencukupi untuk kebutuhan pemukiman. Apabila dianalogikan berdasarkan data statistik Indonesia untuk pertumbuhan penduduk pada tahun 2010 lahan permukiman yang dibutuhkan oleh 1 orang masyarakat untuk tempat tinggal sebesar 5m2 maka lahan pemukiman yang dibutuhkan sekitar 8.981.500 jiwa adalah 44.907.500 m2 atau 449.075 km2. Jika saja pertumbuhan penduduk terus-menerus tidak terkendali mungkin saja 25 tahun kedepan DKI Jakarta tidak memiliki lahan terbuka.Berikut ini dampak yang diakibatkan dari laju pertumbuhan penduduk DKI Jakarta.

Gambar 1 Kepadatan Pemukiman Akibat Laju Pertumbuhan Penduduk

Opini atau Tanggapan
Matius Andika :          Permasalahan penduduk seharusnya ditanganin dengan lebih serius. Melihat dari kepadatan penduduk yang tidak merata akan menibulkan masalah sosial dalam masyarakat. Salah satunya ialah permasalahan pemukiman yang tidak teratur dengan baik. Banyak rumah-rumah yang didirikan disepanjang bantaran sungai sehingga menyebabkan kebanjiran saat musim penghujan. Limbah rumah tangga yang tidak terolah dengan teratur sehingga dapat menyebabkan polusi udara dan pencemaran sumber mata air.  Berdasarkan dampak tersebut seharusnya program pemerataan penduduk dengan cara transmigrasi dilaksanakan kembali agar tidak terjadi kepadatan dalam satu daerah serta memeratakan pembangunan daerah yang lain. Lalu program KB (Keluarga Berencana) giat disosialisasikan untuk menekan angka kelahiran sehingga laju penduduk dalam suatu daerah dapat control dengan baik.

Senin, 21 April 2014

ETIKA PROFESI #1

Profesi adalah kata serapan dari sebuah kata dalam bahasa Inggris "Profess", yang dalam bahasa Yunani adalah "Επαγγελια", yang bermakna: "Janji untuk memenuhi kewajiban melakukan suatu tugas khusus secara tetap/permanen". Seseorang yang memiliki suatu profesi tertentu, disebut profesional. Walaupun begitu, istilah profesional juga digunakan untuk suatu aktivitas yang menerima bayaran, sebagai lawan kata dari amatir. Contohnya adalah petinju profesional menerima bayaran untuk pertandingan tinju yang dilakukannya, sementara olahraga tinju sendiri umumnya tidak dianggap sebagai suatu profesi.
lihat lengkap klik disini

Aspek bisnis dan bidang teknologi informasi
Dunia Teknologi Informasi (TI) merupakan suatu industri yang berkembang dengan begitu pesatnya pada tahun-tahun terakhir ini. Ini akan terus berlangsung untuk tahun-tahun mendatang. Perkembangan bisnis dalam bidang TI ini membutuhkan formalisasi yang lebih baik dan tepat mengenai Aspek Bisnis di bidang Teknologi Informasi. lihat lengkap klik disini

Sabtu, 15 Maret 2014

SEKILAS ANTROPOMETRI

Pengertian Antropometri
Istilah  Antropometri  berasal  dari  kata  “Anthro”  yang  berarti  manusia  dan“metri” yang berarti ukuran. Secara definitif antropometri dapat dinyatakan sebagai suatu  studi  yang  berkaitan  dengan  pengukuran  bentuk,  ukuran  (tinggi,  lebar)  berat dan   lain-lain   yang   berbeda   satu   dengan   lainnya   (Sutalaksana,1996).   Antropometri   adalah   satu   kumpulan   data   numerik   yang berhubungan dengan karakteristik fisik tubuh manusia, ukuran, bentuk dan kekuatan serta penerapan  dari  data  tersebut untuk penanganan masalah  desain.  Antropometri secara   lebih   luas   digunakan   sebagai   pertimbangan   ergonomis   dalam   proses perencanaan produk maupun sistem kerja yang memerlukan interaksi manusia. Data antropometri yang berhasil diperoleh akan diaplikasikan secara lebih luas antara lain dalam  hal  perancangan  areal  kerja  (work  station),  perancangan  alat  kerja  seperti mesin,  equipment,  perkakas  (tools),  perancangan  produk-produk  konsumtif  seperti pakaian,  kursi,  meja,  dan  perancangan  lingkungan  fisik.  Berdasarkan  hal  tersebut maka dapat disimpulkan bahwa data antropometri akan menentukan bentuk, ukuran, dan dimensi yang tepat berkaitan dengan produk yang akan dirancang sesuai dengan manusia yang akan  mengoperasikan atau menggunakan produk tersebut (Nurmianto,2003).

Pembagian Antropometri
Antropometri   dibagi   menjadi   dua   bagian.   Adapun   bagian   dari   data antropometri adalah sebagai berikut (Nurmianto,2003):
1.      Antropometri Statis yaitu, pengukuran dilakukan pada saat tubuh dalam keadaan diam.
2.      Antropometri  Dinamis  yaitu,  pengukuran  dimensi  tubuh  diukur dalam  berbagai posisi tubuh yag sedang bergerak.

Beberapa  Sumber  Variabilitas
Perbedaan antara satu populasi dengan populas yang lain adalah di kerenakan oleh faktor-faktor sebagai berikut (Nurmianto,2003).
1.      Keacakanataurandom
Dala butir pertama ini walaupun telah terdapat dalam satu kelompok populasi yang sudah jelas sama jenis  kelamin,suku / bangsa,kelompok usia dan pekerjaannya,namun masih akan ada perbedaan yang cukup signifikan antara bebagai macam masyarakat.distribusi frekuensi secara statistik dan dimensi anggota kelompok  anggota masyarakat jelas dapat diaproksimasikan dengan menggunakan distribusi normal,yaitu dengan menggunakan data persentil yang telah diduga,jika mean(rata-rata) SD (standar deviasi) nya telah dapat diestimasi.
2.      Jenis Kelamin
Secara distribusi statistik ada perbedan yang signifikan antara dimensi tubuh pria dan wanita.untuk kebnyakan dimensi pria dan wanita ada perbedaan yang signifikan di antara mean (rata-rata)  dan nilai perbedaan ini tidak dapat di abaikan begitu saja.pria di anggap lebih panjang dimensi segmen badannya daripada wanita. Data antropometri untuk kedua jenis kelamin tersebut selalu disajikan secara terpisah.
3.      Suku Bangsa (Etnic Variability)
Variasi di antara beberapa kelompok suku bangsa telah menjadi hal yang tidak kalah pentingnya terutama ksrna menngkatnya jumlah angka migrasi dari satu negara ke negara yang lain. Suatu contoh  sederhana yaitu dengan meningkatnya jumlah penduduk yang migrasi  dari negara vietnam ke australia untuk mengisi jumlah satuan  angkatan kerja (industrial workforce),maka  akan mempengaruhi  antropometri secara nasional.
4.      Usia
Usia digolongkan beberapa kelompok. Berikutinipenggolonganusia.
a.       Balita
b.      Anak anak
c.       Remaja
d.      Dewasa
e.       Lanjut usia
Hal ini jelas berpengaruh terutama jikaa desain diaplikasikan antuk antropometrianak-anak. Antropometrinya cenderung terus meningkat sampai batas usia dewasa.namun setelah menginjak usia dewasa,tinggi badan manusia mempunyai  kecenderungan untuk menurun yang antara lain di sebabkan oleh berkurangnya elastisitas tulang belakang  (intervertebal  discs). Selain itu juga berkurangnya dinamika gerakan tangan dan kaki.
5.      Jenis pekerjaan
Beberapa jenis pekerjaan tertentu menuntut adanya persyratan dalam seleksi karyawan. Seperti misalnya : buruh dermaga adalah harus mempunyai postur tubuh yang relatif lebih besar dibandingkan dengan karyawan  perkantoran pada umumnya.apalagi jika di bandingkan dengan jenis pekerjaan militer.
6.      Pakaian
Hal ini juga merupakan sumber variabilitas yang di sebabkan oleh bervariasinya iklim yang berbeda dari satu tempat ke tempat lainnya, mislnya pada waktu musim dingin manusia akan memakai pakaian yng relatif tebal dan ukuran relatif yang lebih besarataupun untuk para pejerja di pertambangan, pengeboranlepas pantai,pengecoran logam.
7.      Faktor kehamilan pada wanita
Faktor ini sudah jelas akan mempunyai pengaruh perbedaan yang berarti kalau di bandingkan dengan wanita yang tidak hamil,terutama yang berkaitan dengan analisis perancangan produk (APP) dan analisis perancangan kerja (APK).
8.      Cacat tubuh secara fisik

Perkembangan yang menggembirakan pada dekade terakhir yaitu dengan di berikannya skala prioritas pada rancangan bangun fasilitas akomodasi untuk para penderita cacat tubuh secara fisik sehingga mereka ikut merasakan “kesamaan” dalam pengunaan  dari hasil ergonomi  di dalam pelayanan untuk masyarakat. Masalah yang sering timbul misalnya : keterbatasan jarak jangkauan,di butuhkan ruang kaki (kneep space)untuk desain meja kerja,lorongataujalur khusus untuk kursi roda,ruang khusus di dalam lavatory, jalur khusus untuk keluar masuk perkantoran,kampus,hotel,restoran,super market dan lain lain.

OPINI KEBAKARAN HUTAN DI RIAU

Kebakaran Hutan di Riau


Kebakaran hutan merupakan isu paling sensitf pada beberapa akhir belakangan ini terutama pada bulan maret ini, disaat dunia gencar menyuarakan pemanasan gelobal disaat yang sama juga terdengar kabar tentang kebakaran hutan di Riau. Kegiatan hutan industri yang semakin luas menjadi alasan pelebaran lahan, serta penanganan hutan yang terkesan sembarangan memberikan dampak serius pada akhirnya. Kebakaran hutan di Riau salah satunya. Seperti terdapat pada situs pemberitaan (http://nasional.news.viva.co.id/news/read/488478-kebakaran-hutan-di-riau-meluas-hingga-137-titik) kebakaran hutan di Riau sudah tercatat 137 titik hutan yang mengalami kebakaran. Asap yang dihasilkan tidak hanya membuat sesak, melainkan menurunkan jarak pandang masyarakat untuk beraktivitas. Seharusnya kejadian ini tidak perlu terjadi apabila adanya kesadaran masyarakat dalam menjada hutannya secara arif dan bijaksana. Dengan tidak mengambil jalan singkat dengan membakar hutan dalam kegiatan melebarkan ladang atau pun perkebunan tentu akan memberikan dampak positif. Kejadian serupa sudah berulang-ulang terjadi di tempat yang sama, semestinya pemerintah setempat memiliki sikap tegas terhadap pelanggaran-pelanggaran yang terjadi dan memperketat izin usaha perkebunan sawit/ hutan industri selama kegiatan tersebut berlangsung. Penyuluhan kepada masyarakat tentang hal ini dapat sangat membantu dalam wacana pencegahan kebakaran hutan yang akan timbul. Jika hal ini dapat dilakukan tentu kebakaran hutan di Riau tidak akan terjadi sebanyak ini. Indonesia sebagai negara yang menjadi paru-paru dunia karena hutan tropisnya seharusnya dapat lebih memahami cara menjaga hutannya agar tetap hijau dan menghasilkan dengan baik. Percuma nenek moyang kita meninggalkan hutan yang sangat luas di Indonesia tetapi tidak dirawat dan dimanfaakan dengan baik.

Rabu, 08 Januari 2014

Perencanaan Organisasi SOFTSKILL#2

Perencanaan dalam sebuah organisasi adalah suatu proses kegiatan pemikiran dan penentuan prioritas yang harus dilakukan secara menyeluruh sebelum melakukan tindakan yang sebenar-benarnya dalam rangka mencapai tujuan. Batasan perencanaan
Dalam sebuah perencanaan, terdapat pula batasan-batasan perencanaan yang dapat dimengerti sebagai batasan dalam membuat suatu rencana, sehingga dalam menetapkan rencana, seseorang dapat mengetahui apa yang harus direncanakan dan dilaksanakan agar tidak menjauh dari tujuan sebuah organisasi.

Fungsi Perencanaan
Fungsi perencanaan pada dasarnya adalah suatu proses pengambilan keputusan sehubungan dengan hasil yang diinginkan, dengan penggunaansumber daya dan pembentukan suatu sistem komunikasi yang memungkinkan pelaporan dan pengendalian hasil akhir serta perbandingan hasil-hasil tersebut dengan rencana yang di buat. Banyak kegunaan dari pembuatan perencanaan yakni terciptanya efesiensi dan efektivitas pelaksanaan kegiatan perusahaan, dapat melakukan koreksi atas penyimpangan sedini mungkin, mengidentifikasi hambatan-hambatan yang timbul menghindari kegiatan, pertumbuhan dan perubahan yang tidak terarah dan terkontrol.
Prinsip-prinsip dalam manajemen bersifat lentur dalam arti bahwa perlu dipertimbangkan sesuai dengan kondisi-kondisi khusus dan situasi-situasi yang berubah. Menurut Henry Fayol , prinsip-prinsip umum manajemen ini terdiri dari :
1.      Pembagian kerja (division of work).
2.      Wewenang dan tanggung jawab (authority and responsibility).
3.      Disiplin (discipline).
4.      Kesatuan perintah (unity of command).
5.      Kesatuan pengarahan (unity of direction).Mengutamakan kepentingan organisasi di atas kepentingan sendiri (subordination of individual interests to the general interests).
6.      Pembayaran upah yang adil (renumeration).
7.      Pemusatan (centralisation)
8.      Hirarki (hierarchy).
9.      Tata tertib (order).
10.  Keadilan (equity).
11.  Stabilitas kondisi karyawan (stability of tenure of personnel).
12.  Inisiatif (Inisiative).
13.  Semangat kesatuan (esprits de corps)

Keuntungan dan kerugian dalam pembagian tenaga kerja.
1.      Pekerja berspesialisasi dalam tugas tertentu sehingga keterampilan dalam tugas tertentu   meningkat.
2.      Tenaga kerja tidak kehilangan waktu dari satu tugas ke tugas yang lain.
3.      Pekerja memusatkan diri pada satu pekerjaan dan membuat pekerjaan lebih mudah dan efisien, dan
4.      Pekerja hanya perlu mengetahui bagaimana melaksanakan bagian tugas dan bukan proses keseluruhan produk.

Selain keutungan pembagian tenaga kerja terdapat juga kerugian pembagian tenaga kerja. Berikut ini adalah kerugian pembagian tenaga kerja.
1.      Pembagian kerja hanya dipusatkan pada efisiensi dan manfaat ekonomi yang mengabaikan   variabel manusia.
2.      Kerja yang terspesialisasi cenderung menjadi sangat membosankan yang akan berakibat tingkat produksi menurun.

Menurut Chester Bernard, akan makin banyak perintah manajer yang di terima dalam jangka panjang apabila terdapat hal-hal mengenai saluran formal dari komunikasi digunakan oleh manager dan di kenal oleh seluruh organisasi. Tiap anggota organisasi telah menerima saluran komunikasi formal melalui dia menerima perintah. Lini komonikasi antara manager dan bawahan bersifat secara langsung. Rantai komando yang lengkapdi gunakan untuk mengeluarkan perintah. Manager memiliki keterampilan komunikasi yang memadai. Manager menggunakan lini komunikasi formal hanya untuk urusan organisasional. Suatu pemerintah secara otentik memang berasal dari manager.


Minggu, 05 Januari 2014

KEWIRAUSAHAAN SOFTSKILL #1

Kewirausahaan berasal dari bahasa Perancis, yaitu Entrepreneurship yang artinya between taker. Kewirausahaan adalah sifat, ciri dan watak seseorang yang memiliki kemauan dalam mewujudkan gagasan inovatif ke dalam dunia nyata secara kreatif. Kewirausahaan berasal dari kata wira dan usaha. Wira, berarti pejuang, pahlawan, manusia unggul, teladan, berbudi luhur, gagah berani dan berwatak agung. Usaha, berarti perbuatan amal, bekerja, berbuat sesuatu. Jadi wirausaha adalah pejuang atau pahlawan yang berbuat sesuatu. Ini baru dari segi etimologi (asal usul kata). Sedangkan ada pendapat yang mengatakan bahwa kewirausahaan adalah semangat, sikap, perilaku dan kemampuan seseorang dalam menangani usaha atau kegiatan yang mengarah pada upaya mencari, menciptakan serta menerapkan cara kerja, teknologi dan produk baru dengan meningkatkan efisiensi dalam rangka memberikan pelayanan yang lebih baik dan atau memperoleh keuntungan yang lebih besar.
Wirausahawan adalah orang yang melakukan usaha atau kegiatan sendiri dengan segala kemampuan yang dimilikinya atau kemampuan yang dimiliki oleh seseorang untuk melihat dan menilai kesempatan-kesempatan bisnis.
Tiga jenis perilaku wirausaha yaitu:
1)  Wirausaha yang memiliki inisiatif
2)  Wirausaha yang mengorganisir mekanisme sosial dan ekonomi untuk menghasilkan sesuatu
3)  Menerima resiko atau kegagalan
Kunci penting seorang wirausahawan adalah berpikir kreatif, inovatif, berani mengambil resiko dan tidak mudah putus asa.
Karakteristik menurut Mc Clelland:
1)  Keinginan untuk berprestasi
2)  Keinginan untuk bertanggung jawab
3)  Preferensi kepada resiko-resiko menengah
4)  Persepsi kepada kemungkinan berhasil
5)  Rangsangan oleh umpan balik
6)  Aktivitas energik
7)  Orientasi ke masa depan
8)  Keterampilan dalam pengorganisasian
9)  Sikap terhadap uang
Karakteristik wirausahawan yang sukses dengan n Ach tinggi :
1)  Kemampuan inovatif
2)  Toleransi terhadap kemenduaan (ambiguity)
3)  Keinginan untuk berprestasi
4)  Kemampuan perencanaan realistis
5)  Kepemimpinan terorientasi kepada tujuan
6)  Obyektivitas
7)  Tanggung jawab pribadi
8)  Kemampuan beradaptasi
9)  Kemampuan sebagai pengorganisasi dan administrator
Tiga kebutuhan dasar yang mempengaruhi pencapaian tujuan ekonomi menurut Mc Clelland, yaitu:
a.  Kebutuhan untuk berprestasi (nAch)
n-ACH adalah motivasi untuk berprestasi, karena itu karyawan akan berusaha mencapai prestasi tertingginya, pencapaian tujuan tersebut bersifat realistis tetapi menantang, dan kemajuan dalam pekerjaan. Contohnya, Karyawan perlu mendapat umpan balik dari lingkungannya sebagai bentuk reward terhadap usaha yang dilakukannya tersebut.
b.  Kebutuhan untuk berafiliasi (n Afi)
Kebutuhan untuk Berafiliasi atau Bersahabat (n-AFI). Kebutuhan akan Afiliasi adalah hasrat untuk berhubungan antar pribadi yang ramah dan akrab. Contohnya Seorang yang memiliki keinginan untuk mempunyai hubungan yang erat, kooperatif dan penuh sikap persahabatan dengan pihak lain.
c.  Kebutuhan untuk berkuasa (n Pow)
Kebutuhan akan Kekuasaan (n-POW) Kebutuhan akan kekuasaan adalah kebutuhan untuk membuat orang lain berperilaku dalam suatu cara dimana orang-orang itu tanpa dipaksa tidak akan berperilaku demikian atau suatu bentuk ekspresi dari individu untuk mengendalikan dan mempengaruhi orang lain. Contohnya, seorang atasan ingin dapat mengendalikan dan mempengaruhi bawahannya, dimana para karyawannya berperilaku sesuai yang diinginkan oleh atasan tersebut. Sumber-sumber gagasan dalam identifikasi peluang usaha baru, yaitu:
a.  Kebutuhan akan sumber penemuan.
b.  Hobi atau kesenangan pribadi.
c.  Mengamati kecenderungan-kecenderungan.
d.  Mengamati kekurangan-kekurangan produk dan jasa yang ada.
e.  Kegunaan lain dari barang-barang biasa.

f.  Pemanfaat produk dari perusahaan lain.
Dalam suatu usaha dibutuhkan sumber gagasan yang merupakan cikal-bakal dari kearah mana dan keberlangsungan dari usaha yang dilakukan. Sebagai contoh kerangka berfikirnya :
1. Konsumen. Wirausahawan harus selalu memperhatikan apa yang menjadi keinginan konsumen.
2. Perusahaan yang sudah ada. Wirausahawan harus selalu memperhatikan dan mengevaluasi produk atau jasa yang ditawarkan oleh perusahaan yang sudah ada serta mencari cara untuk memperbaiki penawaran yang sudah ada.
3. Saluran distribusi. Merupakan sumber gagasan baru yang sangat baik karena kedekatan mereka dengan kebutuhan pasar.
4. Pemerintah. Merupakan sumber pengembangan baru yang terdiri dari 2 cara, yaitu melalui dokumen hak-hak paten yang memungkinkan pengembangan sejumlah produk baru dan melalui peraturan pemerintah terhadap dunia bisnis yang memungkinkan munculnya produk baru.
5. Penelitian dan pengembangan. Sering menghasilkan gagasan baru atau perbaikan produk yang sudah ada.
Unsur-unsur analisa pulang pokok yaitu:
1)  Biaya tetap
2)  Biaya variabel
3)  Biaya total
4)  Pendapatan total
5)  Keuntungan
6)  Kerugian
7)  Titik pulang pokok



Sabtu, 28 Desember 2013

ERGONOMI

Istilah “ergonomi” berasal dari bahasa latin yaitu Ergon yang berarti kerja dan Nomos yang berarti hukum alam, sehingga ergonomi dapat didefinisikan sebagai studi tentang aspek-aspek manusia dalam lingkungan kerjanya yang ditinjau secara anatomi, fisiologi, psikologi, teknik, manajemen dan perancangan. Ergonomi disebut juga “human factors”, karena didalam ergonomi dibutuhkan studi tentang system dimana manusia, fasilitas kerja dan lingkungannya saling berinteraksi dengan tujuan utama yaitu menyesuaikan suasana kerja dengan manusianya (Nurmianto, 2000).
Tujuan utama dari ergonomi adalah upaya memperbaiki performan kerja manusia seperti keselamatan kerja disamping untuk mengurangi energi kerja yang berlebihan serta mengurangi datangnya kelelahan yang terlalu cepat dan menghasilkan suatu produk yang nyaman, enak di pakai oleh pemakainya. Disamping itu diharapkan juga mampu memperbaiki pendayagunaan sumber daya manusia dan meminimalkan kerusakan peralatan yang disebabkan kesalahan manusia (human errors) (Nurmianto, 2000).

Postur kerja yang baik sangat ditentukan oleh pergerakan organ tubuh saat bekerja. Pergerakan yang dilakukan saat bekerja meliputi : flexion, extension, abduction, adduction, rotation, pronation, dan supination. Flexion adalah gerakan dimana sudut antara dua tulang terjadi pengurangan. Extension adalah gerakan merentangkan (stretching) dimana terjadi peningkatan sudut antara dua tulang. Abduction adalah pergerakan menyamping menjauhi dari sumbu tengah (the median plane) tubuh. Adduction adalah pergerakan kearah sumbu tengah tubuh (the median plane). Pronation adalah perputaran bagian tengah (menuju kedalam) dari anggota tubuh. Supination adalah perputaran kearah samping (menuju keluar) dari anggota tubuh (Nurmianto, 2000).
Cumulative Trauma Disorders (dapat disebut sebagai Repetitive Motion Injuries atau Musculoskeletal Disorders) adalah cidera pada sistem kerangka otot yang semakin bertambah secara bertahap sebagai akibat dari trauma kecil yang terus menerus yang disebabkan oleh desain buruk yaitu desain alat/sistem kerja yang membutuhkan gerakan tubuh dalam posisi yang tidak normal serta penggunaan perkakas/handtools atau alat lain yang terlalu sering. Empat faktor penyebab timbulnya CTD (Tayyari & Smith, 1997):
1.      Penggunaan gaya yang berlebihan selama gerakan normal.
2.       Gerakan sendi yang kaku yaitu tidak berada pada posisi normal. Misalnya. bahu yang terlalu terangkat, lutut yang terlalu naik, punggung terlalu membungkuk, dan lain – lain.
3.      Perulangan gerakan yang sama secara terus – menerus
4.       Kurangnya istirahat yang cukup untuk memulihkan trauma sendi
Gejala yang berhubungan dengan CTD antara lain adalah terasa sakit atau nyeri pada otot, gerakan sendi yang terbatas dan terjadi pembengkakan. Jika gejala ini dibiarkan maka akan menimbulkan kerusakan permanen (Tayyari & Smith, 1997).